KONAWE, FigurSultra.com – Skandal makanan berjamur di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, telah memicu kemarahan masyarakat. Kepala Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tonggauna Utara, Dendi Agusriadi, S.P.W.K, telah meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji untuk melakukan perbaikan.
Dalam wawancara dengan tim jurnalis KpkTipikorNews, Dendi menjelaskan bahwa makanan berjamur tersebut itu ditemukan di beberapa penerima manfaat khusunya di kecamatan tonggauna utara salah satunya di SMA 1 Tonggauna, Kecamatan Tonggauna Utara, pada Sabtu (17/1). “Kami telah menerima laporan dari pihak sekolah bahwa makanan yang kami sediakan berjamur,” kata Dendi.
Dendi mengaku bahwa kesalahan tersebut disebabkan oleh kelalaian dia sendiri dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) di dapur. “Kami telah melakukan evaluasi dan akan lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas kami,” ujar Kepala Kelompok tersebut.
Ia juga meminta maaf kepada masyarakat dan orang tua siswa yang terpengaruh oleh kejadian tersebut. “Kami mohon maaf atas kesalahan kami dan akan melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Korwil Kabupaten Konawe, Nopri Ali Ikmansa SH, juga telah memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut. “Kami telah meminta SPPG untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas mereka dan memastikan bahwa makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi,” ujar Kepala Korwil tersebut.
Skandal makanan berjamur di Konawe telah menjadi perhatian publik dan memicu reaksi keras dari masyarakat dan pemerintah daerah.
Kami berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini dapat diambil tindakan tegas.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaporan dan investigasi kejadian ini. Kami akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Laporan: Aby Razak












